JAKARTA – Nawal Arafah Yasin, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, menegaskan komitmennya dalam mengawal program revitalisasi satuan PAUD sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah Jawa Tengah.
Komitmen ini disampaikan saat audiensi dengan Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, pada Jumat (13/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Nawal menyatakan kesiapannya untuk memastikan bahwa rencana revitalisasi 980 satuan PAUD dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi anak-anak di daerah pedesaan hingga tahun 2029.
Data dari Direktorat PAUD per Januari 2026 menunjukkan bahwa terdapat 980 satuan PAUD yang berlokasi di 980 desa yang telah mengajukan bantuan revitalisasi. Rincian permohonan tersebut mencakup rehabilitasi 968 ruang kelas baru, pembangunan lima unit sekolah baru, serta revitalisasi tujuh Sekolah Satu Atap.
Nawal menekankan pentingnya pengawalan program agar bantuan dapat diserap secara optimal. Untuk itu, koordinasi lintas sektor akan diperkuat dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, serta Bunda dan Pokja PAUD se-Jawa Tengah.
“Tugas Bunda PAUD dan Pokja adalah memastikan usulan revitalisasi ini dikelola dengan baik, mulai dari administrasi hingga kondisi di lapangan,” tegas Nawal.
Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi tersebut sangat penting untuk memetakan lokasi desa yang menerima program serta memastikan bahwa seluruh satuan PAUD memenuhi persyaratan sebelum bantuan diberikan. Persyaratan tersebut meliputi kepemilikan Nomor Pokok Sekolah Nasional, pendaftaran di Data Pokok Pendidikan, penerimaan bantuan operasional satuan pendidikan, serta kepemilikan legalitas dan status lahan yang jelas.
“Kami juga akan melakukan advokasi dan edukasi kepada pengelola PAUD agar dapat memenuhi seluruh ketentuan yang ada,” ujarnya.
Menurut Nawal, revitalisasi tidak hanya berarti pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif untuk mendukung perkembangan anak serta kesiapan mereka memasuki pendidikan dasar. Program ini sejalan dengan prioritas peningkatan sarana dan prasarana, perluasan akses, dan mutu layanan PAUD di desa, serta mendukung visi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin melalui gerakan wajib belajar satu tahun prasekolah.
Sementara itu, Direktur PAUD Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat.
Ia menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi berasal dari APBN dan diberikan tanpa memandang status sekolah, baik negeri maupun yang dikelola masyarakat, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Perlu dipastikan semua pengusul memenuhi regulasi. Di sinilah peran Bunda PAUD sangat penting untuk mendorong satuan pendidikan agar siap menerima bantuan revitalisasi,” kata Nia.
Dengan pengawalan yang terintegrasi dan koordinasi lintas sektor, diharapkan revitalisasi 980 PAUD di Jawa Tengah akan menjadi fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta memperluas akses layanan pendidikan yang layak bagi generasi mendatang. (***)